www.AlvinAdam.com
Kirim Berita Sulteng: Klik Disini | Konfirmasi Berita Sulteng: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Proyek Air Bersih Miliaran Rupiah di Banggai Mubazir

Posted by On 21.24

Proyek Air Bersih Miliaran Rupiah di Banggai Mubazir

John Lory / JAS Selasa, 24 Juli 2018 | 11:54 WIB

Palu - Proyek pembangunan sarana air bersih senilai Rp 6 miliar di Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) dinilai mubazir lantaran sejak pembangunannya pada 2014 hingga saat ini belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

"Sampai saat ini proyek air bersih itu belum dinikmati masyarakat Kecamatan Masama. Jangankan warga desa lain, kami saja yang menjadi pusat pengambilan air bersih belum merasakan manfaat dari proyek itu," kata Kepala Desa Simpangan, Kecamatan Masama, Ruslan Ukas ketika ditemui sejumlah awak media, Senin (23/7).

Menurut Ruslan, pada saat pembangunan proyek air bersih itu, dirinya belum menjabat kepala desa. Namun, ia sempat melihat data anggaran yang dikucurkan untuk proyek tersebut mencapai Rp 6 mi liar, dengan rincian Rp 4 miliar untuk pembangunan dari sumber air sampai ke Desa Simpanga. Selanjutnya, sebesar Rp 2 miliar untuk pembangunan pipanisasi dari Desa Simpangan menuju ibu kota Kecamatan Masama di Desa Tangeban, dengan jarak sekira 7 kilometer.

Pada 2015 kembali dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Banggai melalui APBD untuk kelanjutan proyek tersebut. Di tahun 2016 dan 2017 juga dianggarkan untuk penyambungan jaringan dan meteran dari pipa utama ke rumah-rumah warga, namun dia tidak mengetahui berapa besar anggarannya.

"Yang kami sesalkan juga pemerintah daerah sudah tahu kalau pipa induknya ini bermasalah tetapi kemudian program penyambungan di desa lain terus berjalan. Padahal pipa induk rusak. Jadi bagaimana air bisa mengalir?รข€ ujarnya.

Ruslan menuturkan, sekitar Mei 2018 lalu, pihak kepolisian dari Polsek Lamala dipimpin kapolsek sudah turun meninjau lokasi proyek bermasalah itu. Tak berselang lama, Satuan Reserse Kriminal Polres Bangga i juga terjun ke lokasi.

Kemudian ada peninjuan juga dari pihak PDAM Luwuk ranting Masama, hanya saja, hingga kini belum ada kejelasan terkait proyek air bersih itu apakah akan diperbaiki atau diusut oleh aparat penegak hukum.

"Kepada pihak kepolisian yang datang waktu itu, saya sudah sampaikan agar diusut saja. Mereka memperlihatkan surat perintah penyelidikan, tetapi yang dilidik pekerjaan tahun 2016. Saya sempat tanya kenapa yang 2016, karena persoalan utamanya itu ada pada pembangunan awal," paparnya.

Ruslan mengaku sudah pernah berkonsultasi ke Pemerintah Provinsi Sulteng. Itu dilakukannya melalui seorang legislator, Sarifuddin Mahasuni, jauh sebelum proyek tersebut diserahkan ke pemerintah daerah Kabupaten Banggai.

Sayangnya, jawaban dari pihak provinsi bahwa persoalan itu bukan lagi tanggung jawab mereka. Sebab, sudah diserahterimakan ke pemerintah Kabupaten Banggai. Padahal, kerusakan itu sudah terjadi sejak awal dan saat diserahterimaka n kondisinya sudah rusak dan belum diperbaiki.

Masyarakat setempat menduga pembangunan awal proyek air bersih itu sudah tak beres. Sebab, pada bagian mata air sebagai tempat pengambilan air yang akan dialirkan ke bak penampungan terkesan asal kerja.

Informasi lainnya menyebutkan, proyek air bersih Masama itu pernah ditangani Kejaksaan Negeri Luwuk pada 2016 namun diduga proses hukumnya tidak berlanjut.


Sumber: Suara Pembaruan Sumber: Google News | Liputan 24 Bang gai

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »