www.AlvinAdam.com
Kirim Berita Sulteng: Klik Disini | Konfirmasi Berita Sulteng: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Waketum Gerindra Ajak Warga Waspadai Serbuan TKA di Jakarta

Posted by On 05.11

Waketum Gerindra Ajak Warga Waspadai Serbuan TKA di Jakarta

Waketum Gerindra Ajak Warga Waspadai Serbuan TKA di Jakarta Redaktur:

Foto : Ilustrasi Jawa Pos

INDOPOS.CO.ID - Serbuan tenaga kerja asing (TKA) tidak hanya terjadi di daerah, namun di Jakarta yang merupakan ibu kota negara juga tidak luput dari ancaman itu. Sehingga dibutuhkan kewaspadaan dari warga Jakarta dan semua pihak terkait, untuk melakukan antisipasi.

“Jangan sampai dibiarkan serbuan TKA yang sudah mirip seperti invasi ini,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono, dalam diskusi publik di Sekretariat Bersama Gerindra-PKS di Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat, Rabu (2/5).

Ferry menduga, TKA yang mayoritas datang dari China ini mendatangkan kecurigaan karena bisa saja mereka adalah para residivis. Tertangkapnya dua TKA di Bandara Halim Perdanakusama tanpa identitas beberapa waktu lalu, misalnya, menjelaskan bagaimana TKA dari China mempunyai motif politik atau motif tertentu.

“Mereka dalam rangka untuk proyek pembagunan, tapi tanpa identitas. Ketika menjadi viral, pemerintah buru-buru bilang mereka akan dideportasi. Jadi, pemerintah ini sebenarnya sadar mereka dijadikan kaki tangan, kepanjangan kapitalis negara Tiongkok,” kata Ferry

Komisioner Ombudsman Republik Indonesia La Ode Ida yang juga hadir dalam disk usi, mengatakan, arus masuknya tenaga kerja asing, khususnya dari China, ke Indonesia sangat deras. Sayangnya, sebagian besar keberadaan TKA itu melanggar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. "Tidak bisa dipungkiri arusnya deras masuk ke Indonesia. Faktanya di lapangan banyak TKA China keberadaannya bertentangan dengan undang-undang yang berlaku," kata La Ode.

La Ode menyebut, pihaknya telah melakukan investigasi terkait TKA sejak 2017. Investigasi tersebut dilakukan di beberapa tempat di Indonesia. Dalam temuan Ombudsman, imbuh La Ode, banyak TKA khususnya dari China, bekerja sebagai buruh di Indonesia. Ia memberi contoh banyaknya TKA dari China yang bekerja di pabrik nikel di Morewali, Sulawesi Tengah. La Ode menuturkan, TKA yang didatangkan ke Indonesia seharusnya memiliki keahlian yang tak dimiliki oleh orang lokal. Mereka mestinya mengerjakan pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan orang Indonesia. Itu, kata dia, disebut secara jelas di Perpres Nomor 20 Tahun 2018. "Kalau ada tenaga kerja asing di Indonesia, mereka adalah yang khusus saja, yang tidak bisa dikerjakan orang Indonesia," jelas La Ode.

Ia juga mengungkapkan, fenomena yang muncul saat ini adalah kehadiran TKA dipandang sudah merampas hak-hak tenaga kerja Indonesia. Pemerintah pun tidak boleh mengutamakan pelayanan yang prima terhadap tenaga kerja asing. "Pemerintah kurang baik kalau mengutamakan pelayanan ke TKA dan menelantarkan tenaga kerja Indonesia sendiri," ungkap La Ode. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #tka&nbsp#kemenaker&nbsp #pengangguran&nbsp
Sumber: Google News | Berita 24 Sulteng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »