www.AlvinAdam.com
Kirim Berita Sulteng: Klik Disini | Konfirmasi Berita Sulteng: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ombudsman: Banyak Tenaga Kerja Asing yang Langgar Aturan

Posted by On 06.49

Ombudsman: Banyak Tenaga Kerja Asing yang Langgar Aturan

Komisioner Ombudsman RI La Ode Ida di Jakarta, Rabu (2/5/2018).KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Komisioner Ombudsman RI La Ode Ida di Jakarta, Rabu (2/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Ombudsman Republik Indonesia La Ode Ida mengatakan, arus masuknya tenaga kerja asing ( TKA), khususnya dari China, ke Indonesia sangat deras.

Sayangnya, sebagian besar keberadaan TKA itu melanggar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

"Tidak bisa dipungkiri arusnya deras masuk ke Indonesia. Faktanya di lapangan banyak TKA China keberadaannya bertentangan den gan undang-undang yang berlaku," kata La Ode dalam sebuah diskusi di Sekretariat Bersama Peduli Indonesia, Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Baca juga : Moeldoko: Masyarakat Sebaiknya Memahami Utuh Perpres TKA

La Ode menyebut, pihaknya telah melakukan investigasi terkait TKA sejak 2017. Investigasi tersebut dilakukan di beberapa tempat di Indonesia.

Dalam temuan Ombudsman, imbuh La Ode, banyak TKA khususnya dari China, bekerja sebagai buruh di Indonesia. Ia memberi contoh banyaknya TKA dari China yang bekerja di pabrik nikel di Morewali, Sulawesi Tengah.

La Ode menuturkan, TKA yang didatangkan ke Indonesia seharusnya memiliki keahlian yang tak dimiliki oleh orang lokal. Mereka mestinya mengerjakan pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan orang Indonesia.

Itu, kata dia, disebut secara jelas di Perpres Nomor 20 Tahun 2018.

"Kalau ada tenaga kerja asing di Indonesia, mereka adalah yang khusus saja, yang tidak bisa dikerjakan orang Indonesia,&qu ot; jelas La Ode.

Baca juga : Menaker Tegaskan Perpres 20/2018 Bukan Karpet Merah untuk TKA

Ia juga mengungkapkan, fenomena yang muncul saat ini adalah kehadiran TKA dipandang sudah merampas hak-hak tenaga kerja Indonesia. Pemerintah pun tidak boleh mengutamakan pelayanan yang prima terhadap tenaga kerja asing.

"Pemerintah kurang baik kalau mengutamakan pelayanan ke TKA dan menelantarkan tenaga kerja Indonesia sendiri," ungkap La Ode.

Kompas TV Simak pernyataan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dalam program ROSI berikuti ini.

Berita Terkait

Gerindra Harap Demokrat Dukung Pembentukan Pansus Angket TKA

Moeldoko: Masyarakat Sebaiknya Memahami Utuh Perpres TKA

Prabowo: Kalau Buka Pintu untuk TKA, Rakyat Kita Kerja Apa?

2.000 TKA Bekerja di Kota Batam, Mayoritas di Level "Top Management"

Diterima Moeldoko di Istana, Rieke Minta Pengawasan TKA Diperketat

Terkini Lainnya

Pimpin Rapat soal Masalah Keraton Solo, Wiranto Pilih Tahan Bicara

Pimpin Rapat soal Masalah Keraton Solo, Wiranto Pilih Tahan Bicara

Nasional 02/05/2018, 20:45 WIB Usai Dilantik Jokowi, KPPU Minta Pemerintah Perkuat Kelembagaannya

Usai Dilantik Jokowi, KPPU Minta Pemerintah P erkuat Kelembagaannya

Nasional 02/05/2018, 20:39 WIB Jika Terpilih, Pemimpin Oposisi Zimbabwe Ini Bakal Usir Pengusaha China

Jika Terpilih, Pemimpin Oposisi Zimbabwe Ini Bakal Usir Pengusaha China

Internasional 02/05/2018, 20:35 WIB Kasus Bupati Mojokerto, KPK Pelajari Dokumen Izin Pendirian Menara Telekomunikasi

Kasus Bupati Mojokerto, KPK Pelajari Dokumen Izin Pendirian Menara Telekomunikasi

Nasional 02/05/2018, 20:30 WIB Kasus E-KTP, KPK Eksekusi Irman dan Sugiharto ke Lapas Sukamiskin

Kasus E-K TP, KPK Eksekusi Irman dan Sugiharto ke Lapas Sukamiskin

Nasional 02/05/2018, 20:28 WIB Buwas Yakin Stok Pangan Cukup dan Harganya Stabil Jelang Puasa

Buwas Yakin Stok Pangan Cukup dan Harganya Stabil Jelang Puasa

Nasional 02/05/2018, 20:24 WIB Siap Bekerja Usai Dilantik, KPPU Minta Pengusaha Tidak Perlu Takut

Siap Bekerja Usai Dilantik, KPPU Minta Pengusaha Tidak Perlu Takut

Nasional 02/05/2018, 20:21 WIB Bupati Hulu Sungai Tengah Segera Disidang terkait Kasus Dugaan Suap

Bupati Hulu Sungai Tengah Segera Disidang terkait Kasus Dugaan Suap

Nasional 02/05/2018, 20:16 WIB Agung Laksono Harap MK Tolak Uji Materi Syarat Pencalonan Presiden dan Wapres

Agung Laksono Harap MK Tolak Uji Materi Syarat Pencalonan Presiden dan Wapres

Nasional 02/05/2018, 20:10 WIB Tertidur dan Lupa Kunci Pintu Rumah, Siswi di Babelan Dicabuli Tetangganya

Tertidur dan Lupa Kunci Pintu Rumah, Siswi di Babelan Dicabuli Tetangganya

Megapolitan 02/05/2018, 20:03 WIB Kehadiran Tenaga Kerja Asing Disebut Picu Kriminalitas

Kehadiran Te naga Kerja Asing Disebut Picu Kriminalitas

Nasional 02/05/2018, 20:00 WIB Dua Jembatan di Musi Rawas Utara Roboh Diterjang Longsor

Dua Jembatan di Musi Rawas Utara Roboh Diterjang Longsor

Regional 02/05/2018, 19:59 WIB Cerita Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Pensiunan TNI AL di Pondok Labu

Cerita Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Pensiunan TNI AL di Pondok Labu

Megapolitan 02/05/2018, 19:57 WIB Dendang Kencana 2018: 'Senandung Rindu' Lagu Anak Indonesia

Dendang Kencana 2018: 'Senandung Rindu' Lagu Anak Indonesia

Edukasi 02/05/2018, 19:57 WIB Menhub Ingin Cuti Bersama Lebaran Tetap 7 Hari untuk Hindari Kemacetan

Menhub Ingin Cuti Bersama Lebaran Tetap 7 Hari untuk Hindari Kemacetan

Nasional 02/05/2018, 19:55 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Sulteng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »