www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sulawesi Tengah

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kapolri: Pelibatan Koopssusgab Seperti Operasi Tinombala di Poso

Posted by On 10.29

Kapolri: Pelibatan Koopssusgab Seperti Operasi Tinombala di Poso

Kapolri: Pelibatan Koopssusgab Seperti Operasi Tinombala di Poso Reporter:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

Editor:

Kukuh S. Wibowo

Selasa, 22 Mei 2018 18:45 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian meninjau Rutan Cabang Salemba di Mako Brimob pasca kerusuhan di Depok, 10 Mei 2018. Kapolri menyampaikan dukanya atas gugurnya lima anggota Brimob dalam peristiwa tersebut. TEMPO/M Taufan Rengganis

Kapolri Jenderal Tito Karnavian meninjau Rutan Cabang Salemba di Mako Brimob pasca kerusuhan di Depok, 10 Mei 2018. Kapolri menyampai kan dukanya atas gugurnya lima anggota Brimob dalam peristiwa tersebut. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia atau Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan satuan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan dilibatkan dalam pemberantasan terorisme.

Menurutnya, mekanisme pelibatan Koopssusgab sama seperti operasi Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah pada 2016. Operasi Tinombala digelar untuk memberantas kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso alias Abu Wardah di wilayah pegunungan. Operasi Tinombala berhasil menewaskan Santoso dan beberapa anak buahnya.

Baca: Pembentukan Koopssusgab Dinilai Kebijakan Emosional

"Saya berpendapat bahwa saat ini yang terjadi adalah mekanismenya seperti operasi Tinombala di mana kekuatan TNI dan Polri bergabung," kata Tito usai menghadiri rapat terbatas tentang penanggulangan terorisme di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 22 Mei 2018.

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ini berujar pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme diperlukan. Tito menuturkan dia yang meminta langsung kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto agar pasukannya mau bergabung.

Simak: Jokowi: Koopssusgab Diterjunkan Jika Polri Tak Sanggup Lagi

Tito berujar operasi memerangi terorisme di Indonesia 75 persennya adalah operasi intelijen. Upaya penindakan hanya 5 persen. "Dan 20 persennya operasi persiapan pemberkasan untuk pengadilan karena Indonesia negara demokrasi yang mengedepankan supremasi hukum," tuturnya.

Prinsip dasar penanganan terorisme, kata Tito, adalah memenangkan dukungan publik. Jika publik mendukung langkah pemerintah, maka terorisme tidak akan berkembang. Sebaliknya jika negara bersikap berlebihan atau eksesif, bisa membuat publik bersimpati dengan kelompok teroris.

Lihat: Pembentu kan Koopssusgab Dinilai Tak Perlu Payung Hukum Baru

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan pembentukan satuan Koopssusgab ini untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Satuan ini baru akan bergabung jika Polri merasa tidak sanggup menangani teroris.

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengatakan pelibatan Koopssusgab memang menunggu permintaan Kapolri. "Kapolri minta, mainkan. Kapolri minta, mainkan," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat pekan lalu.

Lihat Juga


Terkait
  • JK: Pasukan Koopssusgab TNI Beroperasi Sesuai Kebutuhan

    JK: Pasukan Koopssusgab TNI Berope rasi Sesuai Kebutuhan

    8 jam lalu
  • Kata Fahri Hamzah, Pembentukan Koopssusgab Mirip di Orde Baru

    Kata Fahri Hamzah, Pembentukan Koopssusgab Mirip di Orde Baru

    1 hari lalu
  • Komnas HAM: Koopssusgab Belum Diperlukan untuk Tangani Terorisme

    Komnas HAM: Koopssusgab Belum Diperlukan untuk Tangani Terorisme

    2 hari lalu
  • Pembentukan Koopssusgab Dinilai Tak Perlu Payung Hukum Baru

    Pembentukan Koopssusgab Dinilai Tak Perlu Payung Hukum Baru

    3 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Survei: Mayoritas Publik Tak Setuju Gerakan #2019GantiPresiden

    Survei: Mayoritas Publik Tak Setuju Gerakan #2019GantiPresiden

    1 jam lalu
  • Menhan Ryamizard Minta RUU Terorisme Segera Disahkan

    Menhan Ryamizard Minta RUU Terorisme Segera Disahkan

    9 jam lalu
  • Status Waspada, Warga Lereng Gunung Merapi Belum Perlu Mengungsi

    Status Waspada, Warga Lereng Gunung Merapi Belum Perlu Mengungsi

    10 jam lalu
  • Nurhayati Assegaf Bantah Tudingan Irvanto Terima Dana E-KTP

    Nurhayati Assegaf Bantah Tudingan Irvanto Terima Dana E-KTP

    11 jam lalu
  • Foto
  • Gaya Para Pejabat Saat Buka Puasa Bersama di KPK

    Gaya Para Pejabat Saat Buka Puasa Bersama di KPK

    4 jam lalu
  • Warga Tetap Be   raktivitas di Tengah Status Waspada Gunung Merapi

    Warga Tetap Beraktivitas di Tengah Status Waspada Gunung Merapi

    5 jam lalu
  • Cantiknya Istri Zumi Zola saat Diperiksa KPK

    Cantiknya Istri Zumi Zola saat Diperiksa KPK

    10 jam lalu
  • Status Gunung Merapi Naik menjadi Level Waspada

    Status Gunung Merapi Naik menjadi Level Waspada

    11 jam lalu
  • Video
  • Dibongkar, Jaringan Narkoba yang Dikendalikan Ahuan dari Lapas

    Dibongkar, Jaringan Narkoba yang Dikendalikan Ahuan dari Lapas

    9 jam lalu
  • 20 Tahun Reformasi, Digelar Aksi dan Panggung Refleksi

    14 jam lalu
  • Ini Alasan Faizal Assegaf Laporkan Petinggi PKS ke Polda

    Ini Alasan Faizal Assegaf Laporkan Petinggi PKS ke Polda

    16 jam lalu
  • Letusan Freatik Gunung Merapi, Ketinggian Asap 700 Meter

    Letusan Freatik Gunung Merapi, Ketinggian Asap 700 Meter

    1 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Setya N ovanto Sebut Politikus PDIP Ini Terima Duit e-KTP

  • 2

    DPR Siap Sahkan RUU Terorisme Jumat Pekan Ini

  • 3

    Saat Sultan HB X Nasihati Fahri Hamzah Soal Gaya Bicaranya

  • 4

    Setelah Deklarasi Capres, Abraham Samad Bertemu Parpol Pekan Ini

  • 5

    Setelah Naik Status Waspada, Gunung Merapi Alami Erupsi Susulan

  • Fokus
  • KPK Malaysia Akhirnya Periksa Bekas PM Najib Razak

    KPK Malaysia Akhirnya Periksa Bekas PM Najib Razak

  • 20 Tahun Reformasi: Soeharto yang Bangkit Lagi di Ingatan Publik

    20 Tahun Reformasi: Soeharto yang Bangkit Lagi di Ingatan Publik

  • Kemenag Daftar 200 Penceramah, MUI Sebut Masyarakat Sudah Cerdas

    Kemenag Daftar 200 Penceramah, M UI Sebut Masyarakat Sudah Cerdas

  • Dituntut Hukuman Mati, Aman Abdurrahman Berani Mati Syahid?

    Dituntut Hukuman Mati, Aman Abdurrahman Berani Mati Syahid?

  • Terkini
  • Moeldoko: Siapa Tidak Takut, Ditabrak Koopssusgab Selesai Pasti

    Moeldoko: Siapa Tidak Takut, Ditabrak Koopssusgab Selesai Pasti

    1 jam lalu
  • Sekjen PSI Optimistis Polisi Bakal Menerbitkan SP3    pada Kasusnya

    Sekjen PSI Optimistis Polisi Bakal Menerbitkan SP3 pada Kasusnya

    1 jam lalu
  • Peneliti Terorisme Ridlwan Habib Ungkap Kelemahan Rekrutmen JAD

    Peneliti Terorisme Ridlwan Habib Ungkap Kelemahan Rekrutmen JAD

    3 jam lalu
  • Kisah Sukses Benny Mamoto Tangani Wakil Pemimpin Jamaah Islamiyah

    Kisah Sukses Benny Mamoto Tangani Wakil Pemimpin Jamaah Islamiyah

    3 jam lalu
  • Diduga Hina Tokoh Agama, Anggota DPRD Karawang Dikeroyok    Massa

    Diduga Hina Tokoh Agama, Anggota DPRD Karawang Dikeroyok Massa

    3 jam lalu
  • Survei: Mayoritas Publik Tak Setuju Gerakan #2019GantiPresiden

    Survei: Mayoritas Publik Tak Setuju Gerakan #2019GantiPresiden

    3 jam lalu
  • Survei: 58,2 Persen Publik Tak Tahu Nawacita Jokowi-JK

    Survei: 58,2 Persen Publik Tak Tahu Nawacita Jokowi-JK

    4 jam lalu
  • Polisi Menangkap  Pelaku Penyerangan di Mapolsek Maro Sebo

    Polisi Menangkap Pelaku Penyerangan di Mapolsek Maro Sebo

    4 jam lalu
  • Kapolri Usul Rutan Khusus Napi Teroris Dibangun di Cikeas

    Kapolri Usul Rutan Khusus Napi Teroris Dibangun di Cikeas

    4 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.

    Sumber: Google News | Berita 24 Sulteng

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »