www.AlvinAdam.com
Kirim Berita Sulteng: Klik Disini | Konfirmasi Berita Sulteng: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Menperin Airlangga dorong pembangunan klaster industri baja di 3 ...

Posted by On 04.35

Menperin Airlangga dorong pembangunan klaster industri baja di 3 ...

Merdeka > Uang Menperin Airlangga dorong pembangunan klaster industri baja di 3 wilayah ini Selasa, 17 April 2018 16:26 Reporter : Rohimat Nurbaya Airlangga Hartarto. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian siap mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan menggenjot sektor industri manufaktur. Salah satu yang menjadi andalan ad alah industri baja. Industri ini dikategorikan sebagai sektor induk karena produknya merupakan bahan baku utama yang diperlukan bagi kegiatan manufaktur di sektor lainnya.

BERITA TERKAIT
  • Gebrakan GOJO dukung Jokowi
  • Menperin dorong masyarakat pesantren terjun di industri makanan dan minuman
  • Airlangga beberkan keuntungan perpres izin tenaga kerja asing di Indonesia

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini Amerika Serikat mengenakan biaya masuk tinggi untuk baja China. Karena hal itu, tentunya baja dari Indonesia yang diekspor ke sana pun harganya ikut melonjak.

"Mulai sekarang kita juga punya stainless steel yang hampir 2 juta itu diekspor. Jadi tentu ini menjadi bagian dari dorongan industri manufaktur," kata Airlangga di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (17/4).

Airlangga menuturkan, salah satu usaha untuk menangkap peluang tersebut, kini pemerintah sedang menyiap kan tiga klaster untuk industri baja. Antara lain di Cilegon (Banten), Batulicin (Kalimantan Selatan), dan Morowali (Sulawesi Tengah).

Baja ini dibutuhkan sebagai komponen penting dalam sektor infrastruktur secara luas yang antara lain meliputi bangunan dan properti, jalan dan jembatan, telekomunikasi, serta ketenagalistrikan.

Oleh karena itu, pemerintah menargetkan produksi 10 juta ton baja pada 2025 melalui pembangunan klaster industri baja di Cilegon, Banten.

Selain di Cilegon, Kemenperin juga memiliki program pembangunan kawasan industri berbasis baja di Batulicin, Kalimantan Selatan. Kawasan yang berdiri di atas lahan seluas 955 hektare ini diproyeksi akan menyerap tenaga kerja sebanyak 10 ribu orang.

Saat ini di sana sudah ada industri baja yang beroperasi, yaitu PT Meratus Jaya Iron and Steel serta dilengkapi dengan fasilitas pelabuhan feri.

Dalam upaya penyiapan sumber daya manusia di kawasan industri Batulicin, Kemenperin telah mengin isiasi pembangunan Politeknik pada tahun ini. Dengan demikian, putra-putri daerah dapat berperan lebih aktif dalam membangun industri baja di kawasan tersebut. "Ya, sekarang ini sedang dalam studi," ujarnya.

Kemudian, ada lagi pembangunan industri berbasis nikel dan baja tahan karat (stainless steel) di kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah. Kawasan ini memiliki lahan seluas 2.000 hektare, dengan realisasi investasi sepanjang tahun 2015-2017 sebesar Rp80 triliun. Ditargetkan pada tahun 2019 mencapai Rp105 triliun.

Selain itu, pada periode 2015-2017, kawasan ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 15 ribu dan ditargetkan pada 2019 akan membuka kesempatan lebih dari 40 ribu tenaga kerja.

Dari kawasan tersebut, juga ditargetkan akan menghasilkan 4 juta ton stainless steel per tahun, dan pabrik baja karbon berkapasitas 4 juta ton per tahun.

Apabila nantinya produksi stainless steel tercapai 4 juta ton per tahun, Indonesia akan menjadi produsen kedua terbesar di dunia atau setara produksi di Eropa.

Lihat video lainnya di bawah.

[esy]
Topik berita Terkait:
  1. Menperin Airlangga Hartarto
  2. Airlangga Hartarto
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini
  • Puti janji akan optimalkan Bendungan Gerak Sembayat untuk kesejahteraan petani

  • Diskusi "Penguatan Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pemilihan Umum"

  • Ceri ta Gus Ipul teringat masa muda saat kunjungi produsen wig

Rekomendasi

Sumber: Google News | Berita 24 Sulteng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »