www.AlvinAdam.com
Kirim Berita Sulteng: Klik Disini | Konfirmasi Berita Sulteng: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Memperingati Hari Penyiaran Nasional, Moeldoko: KPI Harus ...

Posted by On 21.09

Memperingati Hari Penyiaran Nasional, Moeldoko: KPI Harus ...

Memperingati Hari Penyiaran Nasional, Moeldoko: KPI Harus Berani Bersuara, Jaga Keutuhan NKRI

KPI baik di pusat maupun di daerah dapat menjadi pahlawan dalam mengawal perubahan di era Revolusi Industri 4.0.

Memperingati Hari Penyiaran Nasional, Moeldoko: KPI Harus Berani Bersuara, Jaga Keutuhan NKRIDOK.KANTOR STAF PRESIDENSeminar utama menyambut Hari Penyiaran Nasional bertema “Menjaga Keutuhan NKRI melalui Dunia Penyiaran yang Sehat dan Berkualitas” di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (2/4/2018).

TRIBUN-MEDAN.COM - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko menegaskan, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) baik di pusat maupun di daerah dapat me njadi pahlawan dalam mengawal perubahan di era Revolusi Industri 4.0.

“Untuk bisa menjadi hero, menjadi pahlawan, syaratnya harus menjadi pemberani. Berani bersuara dalam rangka menjaga keutuhan NKRI, dalam menghadapi dunia yang berubah sangat cepat, kompleks dan penuh risiko,” katanya di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (2/4/2018).

Hal tersebut disampaikan Moeldoko dalam seminar utama menyambut Hari Penyiaran Nasional bertema “Menjaga Keutuhan NKRI melalui Dunia Penyiaran yang Sehat dan Berkualitas”.

Selain Moeldoko, hadir sebagai narasumber antara lain Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Wakil Ketua Komisi I DPR-RI Asril Tanjung, dan pakar Hukum Tata Negara Prof.Dr Jimly Asshiddiqie, SH.

Seminar ini dihadiri oleh komisioner Komisi Penyiaran Indonesia dan ratusan anggota KPI Daerah dari seluruh Indonesia.

Sekarang ini, menurut Moeldoko, masyarakat sering diombang-ambingkan dengan informasi yang simpang siur dan tidak benar.

Seminar utama menyambut Hari Penyiaran Nasional bertema “Menjaga Keutuhan NKRI melalui Dunia Penyiaran yang Sehat dan Berkualitas” di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (2/4/2018).
Seminar utama menyambut Hari Penyiaran Nasional bertema “Menjaga Keutuhan NKRI melalui Dunia Penyiaran yang Sehat dan Berkualitas” di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (2/4/2018). (DOK.KANTOR STAF PRESIDEN)

“Contohnya, seringkali Pemerintah dituding hanya membangun fisik, membangun infrastruktur saja. Padahal, jika dipahami lebih jauh, dalam pembangunan fisik dan infrastruktur, di dalamnya terkandung upaya membangun konektivitas, membangun mentalitas masyarakat, membangun peradaban manusia. Jika hanya memperhitungkan aspek politik atau ekonomi saja, maka pembangunan hanya akan bertumpu di Pulau Jawa. Kebijakan seperti itulah yang membedakan politisi dan negara wan,” kata mantan Panglima TNI tersebut.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, “Penyiaran yang sehat hanya bisa diwujudkan jika industrinya sehat. Bisnisnya harus berjalan baik dan berkualitas.”

Menurut catatan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rudi mengatakan, terdapat 2.673 ijin yang sudah beroperasi.

“Sekitar 1.100 adalah izin siaran televisi, dan sekitar 1.600 izin radio, termasuk LPP dan LPK. Pemerintah sekarang ini memberlakukan moratorium izin baru, karena kita peduli dengan keberlangsungan industri penyiaran yang sudah ada. Pemerintah bertugas untuk membina supaya industrinya dapat berkelanjutan,” ujar Rudiantara.

Halaman selanjutnya 123
Editor: Abdi Tumanggor Ikuti kami di Heb oh, Kakak Beradik Digerebek Bersama Pasangan di Kamar Hotel, Kondisi Mereka Mencengangkan Sumber: Google News | Berita 24 Sulteng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »