www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sulawesi Tengah

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

ISIS Lebih Berbahaya Ketimbang Al Qaeda

Posted by On 05.33

ISIS Lebih Berbahaya Ketimbang Al Qaeda

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: RABU
11 APRIL UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 11 April 2018 11:44 ISIS Lebih Berbahaya Ketimbang Al Qaeda SWAFOTO: Kepala BNPT Suhardi Alius (tengah) bersama Direktur Berau Post (kiri) yang ikut dalam PPRA 57.

PROKAL.CO, JAKARTA â€" Gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) diyakini lebih berbahaya dengan Al Qae da, yang selama ini menjadi musuh besar Amerika Serikat. Sebab, Al Qaeda hanya memusuhi Amerika, sementara ISIS memusuhi siapa saja. Bahkan, ISIS jauh lebih kejam dan lebih radikal. ISIS juga lebih berbahaya karena organisasi ini punya wilayah teritorial.

“Masih banyak orang Indonesia yang mau ke kantong-kantong pergerakan ISIS. Dan ingat, pelaku terorisme rata-rata juga cerdas-cerdas. Kalau tidak pintar, tidak mungkin mereka bisa bikin bom,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius.

Penjelasan Suhardi disampaikan dalam ceramah di depan peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 57 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Selasa (10/4).

“Yang patut diwaspadai, ada 500-an warga Indonesia sempat tergabung ISIS, akan kembali ke Indonesia,” sebut Suhardi. Bahkan, radikalisme itu sudah menjalar sampai ke usia anak-anak.

Suhardi pun sempat menunjukkan video anak-anak di Suriah yang sudah jago menembak bahkan tidak punya rasa belas kasihan. Dalam video itu diperlihatkan anak-anak sudah mampu memegang senjata laras panjang, bahkan diajarkan membunuh orang dewasa.

Saat video diputarkan, terlihat cuplikan kekejaman dari ISIS. Beberapa peserta bahkan tidak berani melihat video sadis tersebut. Suhardi menyampaikan terpaksa menunjukkan cuplikan kekejaman ini untuk memberikan pemahaman kepada peserta, karena terorisme adalah ancaman nyata yang patut diwaspadai.

“Kalau anak-anak ini pulang ke Indonesia, tentu berpotensi menjadi teroris,” sebutnya. Karena itu, ia mengajak siswa Lemhannas untuk mewaspadai hal ini, harus peduli dengan kondisi lingkungan.

Dikatakan, sudah ada 18 anak-anak alumni Suriah di Indonesia, yang dibina dan dirangkul untuk kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Anak-anak ini sebelumnya sudah sangat radikal. Tidak punya belas kasihan,” katanya.

Yang juga perlu diperhatikan adalah proses penerimaan para mantan narapid ana terorisme. “Kadang ada keluarga yang tidak mau menerima, sehingga setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan, merasa putus asa dan kembali melakukan aksi radikal,” sebutnya.

Ia mencontohkan Juanda, pelaku bom di Gereja Oikumene, Samarinda Seberang - Kalimantan Timur, adalah mantan narapidana terorisme yang tidak diterima oleh keluarganya. Itu sebabnya, selalu diingatkan untuk tidak memarjinalkan mantan terorisme dengan alasan apa pun.

“Perlu peran serta pemerintah daerah untuk menerima para mantan narapidana terorisme ini agar bisa menjalani kehidupan dengan normal dan merasa diterima dengan baik,” bebernya. Apalagi, tak ada satu pun provinsi di Indonesia yang aman dari ancaman radikalisme dan terorisme. Semua provinsi, menurutnya sangat rawan. Terutama di wilayah perbatasan.

Dicontohkan, Sulawesi Tengah sempat mau dijadikan basis dari ISIS Asia Tenggara. “Dengan deteksi dini, akhirnya mereka mengalihkan basisnya ke negara lain,” katanya.

Belum lama ini, BNPT juga mempertemukan 124 mantan teroris dengan 51 korban aksi terorisme. “Mereka saling memaafkan dan saling berkomitmen menjaga keutuhan negara. Ini momen yang sangat mengharukan dan menjadi contoh dunia,” tuturnya. Saat ini, BNPT sudah membina 177 mantan teroris yang dilibatkan dalam kampanye damai.

Suhardi juga mengingatkan peran serta media untuk bisa memberitakan aksi radikalisme dan terorisme dengan proporsional. “Jangan sampai, pemberitaan yang dimunculkan justru berpotensi memunculkan sel teroris baru,” katanya. Sebagai contoh, saat pelaku terorisme dimakamkan dan diberitakan seolah seperti pahlawan, jelas hal itu akan menumbuhkan sel teroris baru.

Ia menegaskan, terorisme bukanlah ajaran Islam. Ia juga mengaku tidak setuju jika terorisme dikaitkan dengan agama Islam. “Ini sudah menyimpang, bukan lagi ajaran agama Islam,” tegasnya. (eff/udi)

loading...
BERITA TERKAIT
  • Polsek Talisayan Resah, Banyak Masyarakat Tak Peduli Keselamatan Berkendara
  • Distribusi Bisa Gunakan SKTM
  • Pedagang di Ruko Tak Jualan Eceran
  • Belum Ada Solusi Atasi Serangan Beruang Madu
  • Dermaga Maratua Masih Butuh Suntikan Dana
  • Pendaftaran Dibuka Hari Ini
  • Sulit Wujudkan Keinginan Presiden, Proses Pembuatan KTP-el Dalam Hitungan Jam
  • SAKITNYA..!! Jalan Di Sini Kian Berlubang
  • Pos Lalin Terpadu Terhambat Anggaran
  • GANGGU Pemandangan !!! Barang Bekas hingga Badan Jalan

BACA JUGA

Rabu, 11 April 2018 11:50

Peluang Sama Besar, Delapan Peserta yang Ikut Seleksi Jabatan Sekkab Berau

TANJUNG REDEB â€" Motivasi yang hampir sama, diusung para pejabat yang mendaftar seleksi jabatan… Rabu, 11 April 2018 11:47

Harus Konkret Tangani Abrasi Derawan

SEKRETARIS Komisi II DPRD Berau Achmad Rijal, meminta Pe mkab Berau serius menangani abrasi di… Rabu, 11 April 2018 11:46

Berlatih Teknik Tulis, Zat Pewarna Dibuat Sendiri

Membatik tak hanya memerlukan kemahiran atau keterampilan semata. Namun juga perlu konsentrasi dan fokus… Rabu, 11 April 2018 11:45

Tiga Warga Minta Ganti Rugi Lahan

TANJUNG REDEB â€" Rencana pembangunan drainase dan peningkatan Jalan HARM Ayoeb, masih jalan di… Selasa, 10 April 2018 00:24

Delapan Pejabat Berebut Posisi Sekkab

TANJUNG REDEB â€" Sepi peminat di awal pembukaan, pendaftar lelang jabatan Sekretaris Kabupaten… Selasa, 10 April 2018 00:17

Bupati Tunggu Laporan OPD

BUPATI Berau Muharram menyerahkan persoalan abrasi yang terjadi di Pulau Derawan kepada insta nsi terkait.… Selasa, 10 April 2018 00:06

Jaringan Sempat Putus di MAN

TANJUNG REDEB - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun kertas pensil untuk jenjang… Selasa, 10 April 2018 00:05

Silaturahmi dengan Makmur HAPK

TANJUNG REDEB â€" Berkunjung ke Kabupaten Berau, Andi Sofyan Hasdam dan Rizal Effendi, menggelar… Selasa, 10 April 2018 00:05

Jeli Membedakan yang Asli dengan Palsu

Tidak semua kain batik yang digunakan masyarakat merupakan batik asli dengan teknis cap maupun tulis.… Senin, 09 April 2018 12:45

Baru Gazali dan Yudi Artangali, ASN yang Mendaftar Seleksi Sekkab

TANJUNG REDEB â€" Sudah dua pekan lebih pendaftaran seleksi jabatan Sekretar is Kabupaten (Sekkab)… Klarifikasi Status Pulau Bakungan, Muharram: Saya Tidak Pernah Katakan Pulau Dijual Dewan Bakal Tinjau Pulau Bakungan Dugaan Oknum ASN yang Ikut Berpolitik Praktis, Sekkab Belum Tahu Delapan Pejabat Berebut Posisi Sekkab Berdayakan Masyarakat Sekitar Bandara Baru Gazali dan Yudi Artangali, ASN yang Mendaftar Seleksi Sekkab Jaga Ekosistem Laut, Kerja Sama dengan Pemerintah Jerman Abrasi Derawan Jangan Disepelekan Pos Lalin Terpadu Terhambat Anggaran Hanya 10 Persen Diprediksi Menetas
  • Pesti Tak Kenal Lelah
  • JAWAB TANTANGAN, Sempat Tak Diunggulkan, Neni Berangkat ke Korea Selatan
  • Humas Punya Peran Strategis bagi Pemda
  • Penerbangan ke Maratua Bakal Bertambah
  • Program Pemagangan Atasi Persoalan Tenaga Kerja
  • Pemkab Akan Berlakukan Amnesti IMB
  • Polsek Talisayan Resah, Banyak Masyarakat Tak Peduli Keselamatan Berkendara
  • Akui Kelapa Sawit Lebih Menguntungkan
  • Jalan Poros Perlu Kasih Sayang
  • Distribusi Bisa Gunakan SKTM
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Berita 24 Sulteng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »