www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Hoax, Pulau RI Dijual Online

Posted by On 18.09

Hoax, Pulau RI Dijual Online

Sebuah berita menggemparkan kembali muncul di jagad dunia maya Indonesia. Kali ini, berita soal pulau-pulau kecil di Indonesia, disebut-sebut bisa dijual. Bahkan, ada sebuah situs yang mencantumkan pulau Ajab di Bintan Riau, untuk dijual dengan harga Rp 44 miliar dengan luas 29,9 hektar. Akun tersebut adalah prviateislandonline.com yang mencantumkan iklan penjualan pulau. Dalam iklan di situs tersebut, pulau Ajab yang diklaim bisa dibeli dengan nilai uang itu, merupakan pulau dengan garis pantai pasir putih. Pulau ini pun bisa dijangkau dari pulau Bintang hanya dalam waktu 20 menit dengan kapal speed. Pemilik pulau, juga mendapatkan izin untuk mengembangkan Pulau Ajab. Dalam situs tersebut, harga yang dicantumkan tepatnya bukan Rp 44 miliar. Namun, pulau ini dihargai dengan uang dollar Amerika, seharga 3,3 juta USD. Selain Pulau Riau , situs tersebut juga menawarkan pulau Toja Una-Una di Sulawesi Tengah. Tahun 2012 lalu, situs ini memasang iklan penjualan pulau Gambar di Laut Jawa seharga Rp 6,8 miliar dan pulau Gili Nanggu di Lombok NTB seharga Rp 9,9 miliar. Kontan saja, berita ini membuat netizen riuh redam. Warganet gempar karena pulau Indonesia harusnya menjadi warisan generasi masa depan bangsa Indonesia. Pulau-pulau tersebut tidak bisa diperjualbelikan kepada orang lain, termasuk warga asing. Pemerintah lewat berbagai kementerian, mulai dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang hingga Kementerian Maritim menegaskan tak ada pulau di Indonesia yang dijual. Isu hoax ini sudah muncul sejak tahun 2007. Dalam UU RI nomor 5 tahun 1960 tentang peraturan dasar pokok-pokok Agraria, orang asing tidak bisa mempunyai tanah hak milik, namun hanya bisa memiliki hak pakai dan sewa. Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni menegaskan warganet wajib semakin waspada dengan gempuran informasi di d unia maya. “Berita hoax semakin gencar menggempur dunia maya. Warganet atau netizen, diharapkan semakin selektif agar tidak terpengaruh berita hoax. Apalagi, jika sumber beritanya tidak jelas, maka sebaiknya berita jangan mudah dipercaya,” tutupnya.(fin/jon)Sumber: Google News | Berita 24 Sulteng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »