www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Jokowi Siap Berbincang dengan Kepala Daerah dari Pagi sampai ...

Posted by On 06.41

Jokowi Siap Berbincang dengan Kepala Daerah dari Pagi sampai ...

JAKARTA, KOMPAS.com - Bupati dan Wali Kota yang hadir dalam Rapat Kerja Pemerintah di JI-EXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (28/3/2018), diberikan kesempatan bertanya kepada Presiden Joko Widodo.

Momen itu pun tidak disia-siakan. Para bupati dan wali kota mengacungkan tangan supaya diberikan kesempatan bertanya oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang berlaku sebagai moderator.

Pramono mengatakan, tiga penanya pertama akan dijawab langsung oleh Presiden Jokowi dan pertanyaan berikutnya akan dijawab oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.

(Baca juga : Jokowi Ungkap Tips Bupati-Wali Kota Naik Kelas Jadi Gubernur hingga Presiden)

Kesempatan pertama diberikan bagi pimpinan DPRD dari salah satu kabupaten di Papua. Ia mengeluhkan ada salah satu Peraturan Presiden soal pengadaan barang dan jasa yang din ilai tidak proterhadap perkembangan ekonomi daerah.

"Kami minta diberi kewenangan, bupati dan wali kota agar bisa menunjuk langsung, agar masyarakat kami tidak hanya jadi penonton saja," ujar pria tersebut.

Bupati Buol, Sulawesi Tengah Amirudin Rauf adalah penanya kedua. Ia bertanya, mengenai apakah dirinya berpotensi diperkarakan secara hukum jika membekukan peraturan yang dinilai menghambat investasi.

"Misalnya, ada peraturan ATR/BPN yang memperbolehkan pengusaha itu memiliki maksimal 20 hektare lahan perkebunan. Nah, apakah demi investasi peraturan ini bisa kami bekukan seperti yang dibilang Menko Ekonomi?" tanya Amirudin.

"Apa wewenang kami bisa membekukan itu? Atau apakah nanti tidak berimplikasi hukum bagi kami sendiri nantinya?" tanya dia lagi.

(Baca juga : Jokowi: Masa Ekspor Kita Kalah dengan Malaysia, Filipina dan Vietnam?)

Penanya ketiga, yakni Bupati Dumai Zulkifli A.S. Ia menanyakan, bagaimana kelanjutan regulasi yang mengatur tentang tata ruang wilayah.

Sebab, ada peraturan pemerintah yang menyebutkan, Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) baru dapat dikeluarkan jika sudah ada rencana tata ruang wilayah.

"Khusus di Dumai, rencana tata ruang wilayah sampai saat ini belum disahkan. Sudah lima tahun mati terhitung 2012," ujar Zulkifli.

Alhasil, banyak investor yang kabur ke luar negeri. Zulkifli mengkalkulasi, pemerintahannya kehilangan sekitar Rp 30 triliun nilai investasi yang seharusnya masuk.

"Mereka lari ke Kamboja, Vietnam dan Thailand," ujar Zulkifli.

Pagi hingga malam

Presiden Jokowi mengatakan, pada dasarnya, pertanyaan sekaligus keluhan kepala daerah itu merupakan bukti soal begitu banyaknya regulasi yang menghambat pembangunan.

"Saya enggak akan menjawab ini semua karena memang kembali lagi, ini ada aturannya. Ini memang terlalu banyak regulasi, sehingga kita bin gung sendiri," ujar Jokowi.

Namun, khusus untuk yang berkaitan dengan peraturan presiden dan peraturan menteri, Jokowi berjanji akan segera mengkajinya.

Jokowi yakin banyak kepala daerah yang ingin berkonsultasi dengan pemerintah pusat agar pertumbuhan ekonomi di daerahnya meningkat pesat.

Oleh sebab itu, Jokowi akan menyediakan waktu untuk menggelar pertemuan akbar dengan seluruh gubernur, bupati dan wali kota se-Indonesia untuk membicarakan persoalan tersebut.

"Nanti April kita adakan pertemuan deh. Per wilayah saja biar detail. Yang barat di mana, yang tengah ketemunya di mana, yang timur di mana. Biar saya saja yang datang ke daerah. Kita bicara dari pagi sampai tengah malam, siap kan? Persoalan kita kumpulkan biar gamblang dan jelas," ujar Jokowi.


Terkini Lainnya

Wapres: Sekarang Jadi Kepala Desa Bisa Lebih Kaya dari Camat

Wapres: Sekarang Jadi Kepala Desa Bisa Lebih Kaya dari Camat

Nasional 28/03/2018, 20:33 WIB Kejar Target Mei, Israel Pangkas Birokrasi Pemindahan Kedubes AS

Kejar Target Mei, Israel Pangkas Birokrasi Pemindahan Kedubes AS

Internasional 28/03/2018, 20:31 WIB Kap   olres Jaksel: Hukuman Kasus Narkoba 15 Tahun, Siap-siap Saja Kalian Bertapa di Penjara

Kapolres Jaksel: Hukuman Kasus Narkoba 15 Tahun, Siap-siap Saja Kalian Bertapa di Penjara

Megapolitan 28/03/2018, 20:30 WIB Jokowi Pastikan Tambah 20 Bank Wakaf Mikro

Jokowi Pastikan Tambah 20 Bank Wakaf Mikro

Nasional 28/03/2018, 20:28 WIB Hakim Kabulkan Permintaan Nur Alam untuk Buka Blokir Rekening dan Sertifikat

Hakim Kabulkan Permintaan Nur Alam untuk Buka Blokir Rekening dan Sertifikat

Nasional 28/03/2018, 20:28 WIB 'O   mbudsman Cepat Banget Buat Kesimpulan Malaadministrasi Tanah Abang'

"Ombudsman Cepat Banget Buat Kesimpulan Malaadministrasi Tanah Abang"

Megapolitan 28/03/2018, 20:25 WIB Hajar Junior gara-gara 'Live' Instagram, 3 Polisi Diperiksa

Hajar Junior gara-gara "Live" Instagram, 3 Polisi Diperiksa

Regional 28/03/2018, 20:24 WIB Longsor di Ragunan, Bangunan di Pinggir Kali Roboh

Longsor di Ragunan, Bangunan di Pinggir Kali Roboh

Megapolitan 28/03/2018, 20:23 WIB Wapres Minta Kades yang Berh   asil Cegah 'Stunting' Diberi Penghargaan

Wapres Minta Kades yang Berhasil Cegah "Stunting" Diberi Penghargaan

Nasional 28/03/2018, 20:22 WIB Polri Berharap Ada Penanganan Bersama Hadapi Penyebaran Ujaran Kebencian

Polri Berharap Ada Penanganan Bersama Hadapi Penyebaran Ujaran Kebencian

Nasional 28/03/2018, 20:18 WIB Jokowi: Sertifikat Sudah Diserahkan Semua, Tidak Ada Pengibulan

Jokowi: Sertifikat Sudah Diserahkan Semua, Tidak Ada Pengibulan

Regional 28/03/2018, 20:16 WIB Juru Sita PN Jakbar Tak    Datang, Lahan PPD Jelambar Batal Dikosongkan

Juru Sita PN Jakbar Tak Datang, Lahan PPD Jelambar Batal Dikosongkan

Megapolitan 28/03/2018, 20:15 WIB Polisi Cari Motif dan Pelaku Pembakaran Posko Ormas di Bekasi

Polisi Cari Motif dan Pelaku Pembakaran Posko Ormas di Bekasi

Megapolitan 28/03/2018, 20:15 WIB Buron Hampir Setahun, Putri Mantan Gubernur Malut Serahkan Diri

Buron Hampir Setahun, Putri Mantan Gubernur Malut Serahkan Diri

Regional 28/03/2018, 20:11 WIB Kronologi Kejadian Polisi Hajar Junior gara-gara 'Liv   e Instagram'

Kronologi Kejadian Polisi Hajar Junior gara-gara "Live Instagram"

Regional 28/03/2018, 20:06 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Sulteng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »