www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sulawesi Tengah

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Perekonomian Indonesia Mengarah Pada Pertumbuhan Positif

Posted by On 05.05

Perekonomian Indonesia Mengarah Pada Pertumbuhan Positif

Perekonomian Indonesia Mengarah Pada Pertumbuhan Positif

Perekonomian Indonesia Mengarah Pada Pertumbuhan Positif

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto

(rzp/csp)

Jumat, 16 Februari 2018 | 11:00

Analisadaily (Jakarta) - Beberapa tahun terakhir, Indonesia memiliki tren pertumbuhan ekonomi yang positif. Bahkan, bersama dengan India dan China telah menjelma menjadi kekuatan ekonomi baru untuk penghela pertumbuhan ekonomi dunia.

Tren yang positif itu semakain mantap, karena ditunjang paket kebijakan ekonomi efektif. Sehingga perekonomian Indonesia saat ini terus berada di jalur yang benar (on the track) dan mengarah pada pertumbuhan positif.

Hal itu didukung berbagai upaya strategis pemerintah seperti menjaga stabilitas politik, peningkatan level pendidikan, serta menciptakan keamanan di dalam negeri. Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

"Dari geoekonomi, Indonesia sudah masuk dalam one trillion club. Dan, Bapak Presiden Jokowi berhasil untuk terus mendorongnya. Saat ini, pertumbuhan ekonomi kita lebih tinggi dibanding rata-rata dari pertumbuhan ekonomi ASEAN," kata Menperin, Jumat (16/2).

Dengan upaya strategis pemerintah, perekonomian terus mengalami perbaikan dari berbagai aspek selama lima belas tahun terakhir. Capaian positif itu, antara lain Indonesia menjadi negara populasi tenaga kerja terbesar ke-4 di dunia, dengan jumlah mencapai 30 juta pekerja dan rata-rata gaji pekerja telah naik dalam dua kali lipat.

Selama lima belas tahun terakhir pula, nilai investasi Indonesia te lah naik 13 kali lipat dari 22 persen menjadi 34 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Pertumbuhan konsumsi masyarakat domestik pun mengalami peningkatan delapan kali lipat.

Baca Juga :

Inggris-Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Investasi dan Ekspor Industri
Inggris-Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Investasi dan Ekspor Industri

15 Februari 2018 | 16:04

Saat ini berkontribusi sebesar 55 persen pada PDB. Diikuti dengan kapitalisasi pasar modal, naik 15 kali lipat, yang nilainya kini setara mencapai USD 500 miliar.

Sementara itu, dukungan dari sektor industri manufakur nasional, daya saing dan nilai tambahnya ikut mengalami peningkatan. Hal i ni dilihat berdasarkan kontribusi ekspor produk manufaktur sebesar 74 persen terhadap nilai ekspor Indonesia pada tahun 2017.

"Nilai ekspor industri pengolahan naik 13,14 persen dari tahun 2017 dibanding 2016," ujar Airlangga.

Penyumbang Ekspor

Beberapa industri pengolahan yang menyumbangkan ekspor cukup signfikan tahun 2017, yaitu industri kelapa sawit sebesar Rp 287,24 triliun, industri logam Rp 141,16 triliun, dan industri makanan Rp 134,93 triliun.

Ada juga industri alat transportasi Rp 116,63 triliun, industri elektronika Rp 105,94 triliun, industri pakaian jadi Rp 90,31 triliun, industri pulp dan kertas Rp 84 triliun, serta industri logam Rp 59,9 triliun.

"Produk-produk manufaktur tersebut menunjukkan daya saing yang kuat dan memiliki nilai tambah tinggi," tutur Menperin.

Dari sisi manufacturing value added (MVA), Indonesia menempati posisi tertinggi dibanding negara-negara di ASEA N lainnya. MVA Indonesia mencapai 4,84 persen, sedangkan rata-rata di ASEAN berkisar 4,5 persen. Di tingkat dunia, Indonesia berada di peringkat ke-9.

"Saat ini, negara tujuan ekspor utama kita antara lain adalah China, Amerika Serikat, Jepang, India, dan Singapura," tuturnya.

Adapun lima negara yang berkontribusi besar melalui investasi di Indonesia sepanjang tahun 2017, yaitu Jepang yang menanamkan modal hingga USD2,13 miliar, diikuti Singapura USD 2,05 miliar, China USD 1,14 miliar, Korea Selatan USD 0,93 miliar, dan Swiss USD 0,32 miliar.

Lonjakan Tajam

Menurut Airlangga, pertumbuhan dan ekspor industri yang mencatat lonjakan tajam, terjadi pada sektor pengolahan logam dan mineral. Hal ini karena kebijakan hilirisasi industri yang didorong Kementerian Perindustrian dalam upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

"Kita punya beberapa klaster industri baja. Sektor ini sebagai mother of industry. Di Cilegon misalnya, kapasitas produksi hari ini mendekati lima juta ton per tahun dan ditargetkan mencapai 10 juta ton pada tahun 2025," paparnya.

Selain itu, Indonesia juga memiliki klaster industri baja di Morowali, Sulawesi Tengah. "Sebelumnya, kita mengekspor yang namanya nickel ore, tetapi saat ini kita sudah memproduksi tiga juta ton nickel pig iron dan 1,5 juta ton produk tengahnya berupa stainless plat," ungkapnya.

Baca Juga :

Menperin: Revolusi Industri Merupakan Percepatan Visi Indonesia 2045
Menperin: Revolusi Industri Merupakan Percepatan Visi Indonesia 2045

11 Februari 2018 | 23:15

Kemudian, di kawasan indus tri Konawe, Sulawesi Tenggara akan menghasilkan nickel pig iron sebanyak dua juta ton pada tahun 2018.

"Jadi, di akhir tahun ini, kita akan punya baja berbasis nikel hampir empat juta ton atau setara dengan produksi seluruh Eropa. Tahun depan, kita naikkan targetnya mencapai lima juta ton dan akan bisa menjadi produsen stainless steel terbesar kedua di dunia," jelasnya.

Airlangga menegaskan, pihaknya terus berupaya memperdalam struktur industri nasional. Tujuannya agar bisa masuk di dalam rantai pasok global.

"Di Batulicin, Kalimantan Selatan, sedang dibangun pabrik dengan kapasitas produksi carbon steel sebesar dua juta ton. Kita lihat yang berbasis alumunium, juga akan meningkat dari produksi di Kalimantan Barat," ucapnya.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), industri logam dasar merupakan salah satu subsektor yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi sebesar 7,05 persen pada kuartal IV tahun 2017. Capaian ini di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,07 persen tahun 2017.

Di samping itu, kelompok industri logam, mesin dan elektronik mencatatkan sebagai subsektor yang menunjukkan perkembangan investasi terbesar kedua di Indonesia, dengan kontribusi sebesar Rp 64,10 triliun.

Capaian ini di atas perolehan investasi dari industri kimia dan farmasi sebesar Rp 48,03 triliun. Sedangkan, yang tertinggi dari industri makanan sebesar Rp 64,74 triliun.

"Pemerintah terus berkomitmen untuk menjalankan kebijakan pengembangan daya saing investasi. Hal ini terlihat dari kenaikan peringkat ease of doing business. Kemudian, pemerintah juga tengah berupaya memberikan insentif fiskal guna memberikan daya tarik bagi industri," tuturnya.

Misalnya, pemberian fasiitas tax allowance untuk sektor industri padat karya berorientasi ekspor. Selain itu, tax allowance sebesar 200 persen bagi industri yang mengembangkan pendidikan vokasi, serta tax allowance 300 persen bag i perusahaan yang aktif dalam kegiatan riset dan pengembangan (R&D).

Menperin menambahkan, alasan utama mengapa investor asing berminat menanamkan investasi di Indonesia adalah potensi pertumbuhan pasar domestik serta kondisi pasar domestik saat ini. Selanjutnya, tenaga kerja dengan upah yang lebih kompetitif serta adanya supply base untuk industri perakitan.

(rzp/csp)

Tags :

Berita Terkait :

  • Deklarasi Dukungan Kepada Edy-Ijeck, Ini Tiga Pesan Golkar
    D eklarasi Dukungan Kepada Edy-Ijeck, Ini Tiga Pesan Golkar
    Minggu, 7 Januari 2018 | 13:47
  • Inggris-Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Investasi dan Ekspor Industri
    Inggris-Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Investasi dan Ekspor Industri
    Kamis, 15 Februari 2018 | 16:04
  • Menperin: Revolusi Industri Merupakan Percepatan Visi Indonesia 2045
    Menperin: Revolusi Industri Merupakan Percepatan Visi Indonesia 2045
    Minggu, 11 Februari 2018 | 23:15

Terbaru

  • Momen Keakraban Edy-Ijeck di Perayaan Imlek
    16 Februari 2018 | 19:04
  • Imlek, Masyarakat Antusias Kunjungi Maha Vihara Maitreya
    16 Februari 2018 | 19:01
  • Arsenal Siapkan Dana Besar Untuk Gelandang Turki
    16 Februari 2018 | 18:05
  • Pogba Merapat ke Real Madrid Musim Panas Mendatang?
    16 Februari 2018 | 17:27
  • Biksu Bhadra: Meski Berbeda Pilihan, Jangan Ada Perpecahan
    16 Februari 2018 | 17:10
  • Populer News

    Piala Presiden 2018 Sudah ‘On The Track’
    Piala Presiden 2018 Sudah ‘On The Track’
    16 Februari 2018 | 09:18

    One fine body…

    Sumber: Google News | Berita 24 Sulteng

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »