www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sulawesi Tengah

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bulog minta masyarakat laporkan penimbun beras

Posted by On 02.07

Bulog minta masyarakat laporkan penimbun beras

Bulog minta masyarakat laporkan penimbun beras

id Bulog,Beras,Satgas Pangan

. Puluhan buruh saban hari untuk tenaga juru pikul dan juga mengganti karung beras dari 15 kg nenjadi 10 kg/karung di gudang bulog Kelurahan Tondo, Kecamatan Palu Timur. (Foto Antara/anas masa) (Foto Antara/anas masa/)

Masyarakat harus proaktif ikut membantu mengawasi apa yang menjadi kebijakan pemerintah Palu (Antaranews Sulteng) - Kepala Bulog Sulawesi Tengah, Khozin didampingi Direktur Keuangan Perum Bulog, Pardiman, mengatakan masyarakat bisa melaporkan kepada Satgas Pangan di daerah, jika menemukan adanya penimbunan stok atau menjual beras di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Penegasan itu disampaikannya, di sela-sela kunjungan kerja anggota Komisi IV DPR RI di gudang beras Bulog di Palu, Rabu (20/2).
Ia mengatakan pemerintah telah membentuk Satgas Pangan dari pusat sampai ke seluruh provinsi di Tanah Air, termasuk di Sulteng.
Di Sulteng sudah terbentuk Satgas Pangan di seluruh kabupaten/kota.
Satgas Pangan dibentuk dengan tugas pokok antara lain mengawasi dan menindak tegas para pelaku pasar nakal yang sengaja menimbun stok pangan atau menjual beras melebihi HET.
Karena itu, imbau Khozin, jika ada masyarakat yang mengetahui secara pasti bahwa terjadi tindakan menimbun stok atau menaikan harga melebihi patokan pemerintah, silahkan langsung melaporkan kepada Satgas Pangan di masing-masing daerah.
"Masyarakat harus proaktif ikut membantu mengawasi apa yang menjadi kebijakan pemerintah," kata dia.
Menurutnya, tanpa peran se rta dari masyarakat, Satgas Pangan tidak akan mampu menjalankan tugasnya di lapangan, karena keterbatasan tenaga.
Tetapi jika masyarakat juga ikut proaktif melaporkan tindakan-tindakan tak terpuji terhadap pangan, maka Satgas Pangan siap mengambil tindakan tegas.
"Yang paling penting tentu harus disertai dengan bukti akurat," pinta Khozin.
Menjawab pertanyaan, Khozin mengatakan selama ini belum ada pelaku usaha di Sulteng yang ditindaki karena menimbun beras atau menaikan harga beras di atas HET.
Berdasarkan pemantaun baik dari Satgas Pangan maupun Bulog dan tim terpadu pengendalian inflansi daerah (TPID) ke sejumlah pasar tradisional di Kota Palu, belum menemukan adanya pelanggaran dimaksud.
Harga beras eceran di tingkat pedagang di pasar rata-rata di bawah HET. Misalkan beras medium dengan kualitas tertentu harganya paling tinggi di pasaran Rp9.500/kg dan beras premium Rp12.000/kg.
Sementara HET beras medium ditetapkan pemerintah Rp9.450/kg dan p remium Rp12.800/kg.
Bulog menjual beras medium di pasar-pasar tradisional rata-rata Rp8.500/kg atau selisih sekitar Rp950/kg dari HET ditetapkan pemerintah.*** Pewarta : Anas Masa
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018Sumber: Antara Seputar Sulteng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »